Jumat, 27 September 2013

PULANG

Pada suatu hari saat sedang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan, aku menjumpai dua jalan di depanku. Kiri dan kanan. Pertigaan itu begitu suram. Tak tampak apa di kejauhan. Bingung harus kemana. Kulangkahkah kaki kanan, dengan harapan "kanan" membawa kebaikan-setidaknya seperti itu yg terdoktrin di dalam kepalaku-. Tapi hati inginnya ke kiri. Jadi ku mulai dengan kaki kanan tapi kuambil jalan yang kiri. 

Terus berjalan ke arah kiri, masih dengan pohon-pohon besar di kiri kananku. 15 menit kemudian aku terperosok ke dalam lubang berdiameter satu meter, sepuluh detik kemudian aku tiba di dasarnya, bedebum bunyinya karena memang 10 detik itu terasa lama, pastilah lubang itu dalam bukan? gelap. Aku coba berdiri, meraba-raba sekitarku. Kemudian dalam meraba-raba itu tangan kiriku menyentuh sesuatu di dinding yang dingin berbatu. Kugambarkan kepadamu bahwa itu seperti saklar lampu. Aku bersumpah itu saklar lampu yang biasa ada di rumahmu, di rumahku. 

Klik, terang. Ya Tuhan, ini kamarku. Kenapa aku ada di sini? Demi Tuhan ini kamarku dengan tempat tidur besar di sebelah kiri, lemari warna merah jambu dan rak buku warna hitam di sebelahnya. Oh itu komputer usangku. Aku manyun.

Ternyata langkah kiriku adalah pulang ke rumah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar